Senin, 15 Desember 2014

Inilah Hidup

Dunia game dan dunia nyata hampir tidak memiliki perbedaan
Hukum Rimba berlaku dalam keduanya yakni siapa yang terkuat dan tercerdik yang akan bertahan dan akan selalu terus bertahan...
 

Setiap manusia diciptakan sama, datang kedunia tanpa membawa apapun, alam sekitar yang kemudian membentuk setiap personal dalam perkembangannya. personal-personal hebat dihasilkan oleh pendidikan yang hebat pula. apalagi dengan sokongan keluarga yang luar biasa menjadikan cita-cita dapat dicapai dengan mudah. Faktanya tidak sedikit personal yang tidak mendapat dukungan lingkungannya untuk berkembang lebih jauh, banyak halangan yang harus dihadapi mulai dari kerumitan keluarga, kekurangan finansial, fasilitas pendidikan terbatas, dan banyak lainnya.

Sadar atau tidak sebenarnya halangan terbesar itu ada didalam diri kita sendiri. dengan segala masalah yang ada kita hanya punya dua pilihan yakni lari dan bersembunyi dari kenyataan atau berusaha bertahan semaksimal mungkin untuk menjadi lebih baik. bisa dikatakan keluarga, finansial, dan pendidikan bukanlah batasan kita untuk menjadi orang hebat.

Tekad, semangat dan kerja keras yang akan merubah semua.
Masih mau menjadi biasa saja kalo sebenarnya sangat bisa menjadi luar biasa?
#shanquod

Selasa, 20 Mei 2014

Tulisan Biasa

hanya ketika bersama
sesekali mencuri pandang
cepatnya jantung berdegup
tetap saja dagu tertunduk

sekedar ucapan penghilang gugup
sedikit sapa dan senyum sudah cukup
selalu terbayang lalu terkenang
tidak bisa hilang pikir dalam kalbu

dan saat gelap datang hanya sekedar bayang
enggan untuk digapai enggan untuk dikata
menunggu dan menunggu hingga larut
hingga kembali pulas untuk rutinitas

Minggu, 18 Mei 2014

Bulshit!



Bulshit!!!
hal itu, masih ku pegang teguh
hingga beberapa waktu lalu
aku masih percaya bahwa hal itu tak ada.

Namun sejak minggu lalu entah atas dasar apa
sampai aku bisa dengan mudahnya melepas paradigma itu
dan akibatnya, lihatlah betapa nampak bodoh aku,
tertipu oleh rasa semu yang sungguh diluar logika.

Terimakasih dan entahlah
Saat ini aku sungguh seperti orang terbodoh
Orang tolol yang tidak tau harus berbuat apa

TiTIK!

Sesungguhnya lambang kesederhanaan nan rupawan
Merupakan awali untuk setiap zat
Seringnya ia terlupakan karena ukuran
Berubah maknanya karena aksen yang salah

Seiring melangkahnya waktu banyak pemahaman yang tak sepaham
Banyak yang tak paham walau seolah ia paham

Tanpa memikirkannya secara mendalam

Itu hanya untuk kesenangan sesaat atau mengikuti arus publik
lalu mau apa? Toh tak ada yang beda,
tak ada sesuatu yang baru yang bisa ditawarkan
sesungguh tak cukup satu dua hari untuk memutuskan
sebuah atau serangkaian kata
PIKIRKAN!

Tok!



Tok!
Sebab akibat itu rumusan baku
Keinginan mencapai batu merah menyala
Tok!
Tanpa visi hidup apakah bisa disebut manusia?
Itu bata, pilih tiga atau dua atau satu?

Tok! Tok!
Cabikan harimau menyisakan sedikit goresan
Tok!
Hilang terpesona indah seekor merak raksasa
Belum lagi habis, muncul singa raksasa
Tok!
Sulit bagi merpati kecil untuk menandingi

Tok! Tok!
Terpikir hati terselimuti oleh kemilau pekat malam
Meratapi sunyi tanpa rintihan penghibur diri
Tok! Tok! Tok!
Andai sedikit saja mau menengok sebelah sini

Tok!
Satu awali namun beda imani
Tok! Tok!
Apa mungkin juga beda tinggi?
Tok!
Sebuah harapan meraih kilau bintang
Tok! Tok! Tok!
Mustahilkah?

Sssshhhhhh

Tok! Tok! Tok!
apa ada orang?
Tok! Tok! Tok!
bolehkah masuk?

Tok! Tok! Tok!
Ruang kecil itu sangat berarti
Jika benar jendela diizinkan untuk terbuka
Tok! Tok! Tok!
Diawali dengan terbukanya satu pintu permata
Sungguh alangkah bahagianya

Shandy Pratama,  14 Januari 2014